Thursday, March 27, 2014

Prasasti Penampean 2 Sendang ( Cakrawala Mandala Nusantara )

Ketika peristiwa berdarah keris Mpu Gandring di Singosari terus berkecamuk selama 21 tahun, sekitar tahun 1248 dua orang pemuda patriotik bernama Narasingamurti (Keturunan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung) dan Ranggawuni (Keturunan Ken Dedes dengan Ken Arok) yang sebelumnya terlibat dalam perselisihan berdarah, menyatukan pikiran berupaya menghentikan perang saudara mendapat bantuan pemuda bernama Panji A Pati Pati di Ranu Sendang ( dulu namanya daerah Sarwadharma ). Hasilnya, dapat melerai perselisihan berdarah dan sekaligus menyatukan Madura di bawah kerajaan Singosari. Wawasan tentang filsafat budaya Jawa yang dikembangkan itu akhirnya diberi nama Cakrawala Mandala Jawa, sebagaimana tertulis dengan huruf Pallawa pada Prasasti Penampean 2 (menurut buku Tapak Budaya Tulungagung, 2010). Kemudian setelah Ranggawuni diangkat menjadi Raja Singosari dengan mengangkat banyak Wide menjadi Adipati di Madura dan bergelar Wiraraja. Wawasan itu kemudian dikembangkan lagi menjadi Cakrawala Mandala Nusantara. Wawasan kemudian berkembang menjadi sebuah doktrin politik Singosari untuk memperluas wilayah kerajaannya, yang kemudian di era Majapahit diteruskan oleh Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya mempersatukan nusantara. Kiranya tidak berlebihan apabila dikatakan pikiran-pikiran besar dan cerdas dari kajian masalah kebudayaan dari mandala kaguruan Sendang yang sebagaimana tertulis dalam Prasasti penampean 2 secara historis, memiliki peranan penting dan strategis dalam sejarah kebudayaan nasional NKRI.

No comments:

Post a Comment